Kamis, 15 Juli 2010

Hidup Itu Ya Begini

Di sudut hati seorang manusia pasti pernah terselip pemikiran bagaimana jika aku tercipta bukan sebagai aku yang sekarang?
Dan pemikiran itu pernah pula beberapa kali menggantung dalam perasaan ini, apalagi ketika melihat banyak orang di luar sana terlihat selalu bahagia. maksudku lebih kepada batin mereka yang sehat, tersenyum ceria, apapun yang terjadi di hidupnya, mereka selalu terlihat happy dan baik-baik saja.
Lalu,...ibuku berkata untuk tidak terburu-buru menilai suasana hati oranglain dari apa yang terlihat di luar saja. Jika kita melihat oranglain tertawa, bisa saja detik-detik hatinya sedang menangis, begitupun sebaliknya. aku tersadar oleh kata-katanya, aku pun ternyata seperti itu. Adakalanya saat menyedihkan dan rumitnya hati hampir selalu bisa kututupi, walau seringkali juga suasana hati yang tak baik bisa mudah terbaca.
Aku belajar dari kalimat sederhana seorang yang melahirkanku dan mungkin satu-satunya manusia yang tak pernah berhenti bersyukur karena telah melahirkanku ke dunia.
Setelah banyak lintasan pemikiran dan khayalan bagaimana jika aku terlahir sebagai oranglain atau menjadi seseorang di luar sana, aku tersadar kemudian bahwa tetap saja pada ujungnya tak ada hal yang lebih meneduhkan hati kecuali tetap mensyukuri keadaan ini. Apapun yang terjadi bisa saja jauh lebih baik jika aku memang terlahir sebagai diriku sendiri. Banyak orang yang menyemangatiku dan selalu meyakinkanku jika hidup memang seperti ini, sejak dulu ya begini.
Selalu ada masalah, kesedihan yang mendekat, kebahagiaan yang tiba-tiba datang, namun semua orang, tanpa terkecuali, pasti pernah mengalaminya. HIDUP ya begini. Aku terlahir seperti ini dan kelanjutannya akan ku hadapi walau tetap tak terprediksi.
Bener kan hidup ya emang begini?

Kamis, 22 Oktober 2009

**Pemulihan**

Di depan layar terang menyilaukan kini,

Ada banyak benda asing yang muncul dan menari-nari di pikiran seorang pencari identitas hidup.

Menggelitik dan inilah yang ingin ia sampaikan...

Saat ini,…

kepakan energi rasa didalam bergerak maju mendekati dinding hati,

ia seolah ingin mengintip untuk tahu sudah sejauh mana sang Pemilik menyadari.

Sedikit demi sedikit rasa itu mendekat, mencoba membereskan hal-hal kusut, celah kekuatan yang berantakan dan kesedihan yang berkepanjangan.

Sang pemilik, diam kaku pada penopang berat pilunya.

Menyangka dengan jeli bias-bias cahaya yang siapa tahu bisa menyembuhkan ketidakberdayaan ini secepatnya.

Lagi-lagi ia hanya diam mematung.

Merenungi kesalahan jalan pikiran dan mental patah arang yang tetap menantang.

Satu sisi jiwanya berontak dan menyadari,

ada harapan, kekuatan, penerimaan. Yang walaupun sekilas, namun maknanya sangat dalam dan menyembuhkan.


Sabtu, 17 Oktober 2009

No c.i.n.e.m.a???Aaaahhh,,,,Nooo!!!


Pikir-pikir udh lamaaa bgt ga pergi ke bioskop. Padahal niat bt nyimpen tuh tiket-tiket lama, baru aja dimulai. Setelah 'pabalatak' ga karuan di laci imut meja rias, finally I decided to collect it orderly in my cute 'victoria secret' box.
Lucu jg,,mengisi waktu dengan melihat-lihat nama judul film yg udah ditonton, posisi kursi yg ternyata hampir semua baris mulai dari row A-H udh dicobain, mulai dari studio "1" yg THX sampe "9", wisata a.k.a kunjungan bioskop" di Bdg, partner setia yg selalu mendampingi sensasi smua genre films, and all about great memories that happened during 'nongton' process, dari nonton film yg berkesan hingga detik ini sampe ilang dompet yg didalemnya ada ticket 'transformer'. Really have fun with those things''''yummiie,,ternyata kangen berat zaman-zaman pergi 'nongton' almost everyday with 10rb rupiah,,ho nomat,nomat.
It's time to go to cinemas...

Rabu, 14 Oktober 2009

Mendung Itu Tak Selalu Benar-benar Hujan

""Meyakini satu hal, di balik kesedihan, selalu ada celah-sekecil apapun-agar ada saja kebahagiaan yang dapat diciptakan."

Ketika seseorang tersadar dari kegiatan bersedih dan meratapi nasib, keyakinan akan adanya jalan keluar, memungkinkan manusia untuk tetap punya harapan. Tuhan menganugerahi banyak kelemahan, tentu diiringi setidaknya setitik kekuatan.

Orang seperti aku sedang belajar, terus mencari letak keajaiban. Menerima kelemahan dan melejitkan kelebihan yang lagi-lagi ku percaya telah diberikan Tuhan. Orang seperti yang menulis ini pun percaya, airmata, kepedihan secepatnya akan ditukar dengan senyuman. Sampai datang saatnya ku malah mensyukuri semua penderitaan yang diberikan. Menjadi lebih bijak dalam berpandangan dan bertahan, karena mendung tak selalu hujan. Seringkali ku nikmati suasana mendung, yang gelap dan teduh itu. Mendung tak selalu benar-benar hujan.

Jumat, 11 September 2009

Menyepelekan Sesuatu yang Sepele


Mulanya datang tiba-tiba...Tiba-tiba pengen masak, bikin kue, bikin puding?? Dan the choice is making pudding,yuhuuuu.
Alasannya adalah membuat puding pastinya sangat gampang, tinggal beli agar-agar bubuk, panaskan dengan air sampai mendidih dan tambah gula,,and masukin kulkas, terus jadi deh! SIMPEL.
Taunya baru sekali dicoba, dipikir-pikir, membosankan kalau cuma begitu doang. So, cari kreasinya dengan nambahain buah-buahan, modal "asal-asalan" nambah jeruk yang disobek kulitnya, diambil hanya bulir-bulirnya aja plus buah kiwi n apel. Asiiik...jadi juga, warnanya juga cantik,,hijau,hijau. Besoknya nambah lagi tuh bikinnya, pudding oreo, pudding marie, siiiplah.

Setelah berhasil dengan beberapa puding yang simpel itu, ternyata semangat di hati masih membara. Ah, mumpung belum padam, browsing internet cari resep puding, dan ketemu tuh sama resep pudding caramel. Di atas resep itu ditulis begini," Puding ini cara bikinnya G.A.M.P.A.N.G, tapi rasanya enak bangeet!"
Tanpa tedeng aling-aling (?) langsung tuh nyuruh "asisten" ke mini market buat beli bahan-bahannya, dalam hati udah menggebu-gebu nih, resep ini pasti berhasil. Setelah semua bahan-bahan datang dan siap, 'gubrax' ternyata, eh ternyata ada tahapan masaknya yang harus masuk oven,ho..ho..ho..,oven aja kagak punya!!!Tidaaak!!Ha

Jadi, diundur dulu tuh hasrat bikin puding karamel yang tetep menggebu-gebu itu. Sediiih berhari-hari, muter otak pengen banget beli oven, tapi gimana caranya, minta duit sama ibu ga enak. Wah, cari-cari dulu deh kira-kira berapa ya harga oven, perasaan dulu aku punya microwave, eum...bedanya apa sama oven? Oven tuh yang kayak gimana siih?Haahaaahaa. Bergayanya daku, oven aja kgk tahu, udh beli bahan-bahannya segala. Ah, gak apa-apa, kalau ada kemauan pasti ada jalan..Betull??
Eh,, pucuk di cinta ulam pun tiba, keluarga Cirebon datang, pada ribut tuh pengen ke 'mutiara kitchen',,yiiihaaa langsung aja nyambung sekalian beli oven,"Bu,,,peengen beli oven!",heehee. Asoy, singkat cerita, aslilah si daku dapet oven yang diimpi-impikan itu. Pengalaman pertama memusingkan, nyalainnya aja masih kagok-kagok gitu. Besoknya langsung beraksi tuh praktek bikin puding karamel yang awalnya udah pede pasti berhasil,,ckckckck, ah gampang. Ee'allaa..loh kok gagal maning, gagal maning sampe dua hari berturut-turut ga berhasil juga, nih mata pun terkantuk-kantuk di kampus...Ya Ampyuuunn..susah ternyata, tak segampang seperti yang kubayangkan, ckck. Tuh puding malah encer lagi! Tidaakkk.
MENYEPELEKAN SESUATU YANG SEPELE.
Titik ini, ku berhenti dulu,,ha, capek,,tapi ga boleh putus asa! Coba lagiii. Semangat!!
Hmm,,ternyata sesuatu yang kuanggap mudah dan sepele, tetep aja harus dilakukan dengan kerjakeras, keringat, bahkan airmata,hah.hwehe. Terus mencobaaaaaaa.

Senin, 24 Agustus 2009

...PERCAYA...YAKIN...PASTI BISA!

"Masa depan adalah milik mereka yang percaya akan indahnya mimpi mereka."
(E. Roosevelt)
"Imajinasimu adalah gambaran kehidupan yang akan datang."
(Einstein)

Kata-kata mutiara di atas itu sudah sejak lama kutuliskan pada post-it dan kutempelkan di lemari bajuku. Mungkin, kalau tak salah, aku ingin menjadikannya penyemangat yang bisa ku baca minimal setiap hendak ganti pakaian (2x sehari/cukup 1x selesai mandi pagi saja/berkali-kali/lebih dari 3x sehari karena bermacam-macam alasan). Anehnya baru tadi, aku membaca berkali-kali dan begitu lama di depan lemari. Padahal kata-kata itu telah bertahun-tahun yang lalu kutemukan.

Pada waktu yang pas, kata-kata itu juga bisa menancap pas, suasananya pun pas. Mimpi, imajinasi, keinginan, cita-cita, obsesi, atau apapun namanya, patut diperjuangkan...Siiiipppp!!!
Tak menyangka bahwa kata-kata singkat tersebut bisa menjadi suplemen penambah semangat. Percaya dan berani bermimpi, yakin pasti bisa, berusaha, dan akhirnya tinggal menunggu persetujuan dari sang Maha.

Aku biiisaaa





=Ngabuburit=

Menunggu waktu buka puasa

Duduk diam merenungi diri dan segala yang telah terjadi
Malu terhadap setiap kesalahan, kecerobohan yang sering dilakukan
seperti sengaja mengulang lagi dan lagi suatu kebodohan
Hari ini begitu nampak berbeda,
ada suatu hasrat yang dirasa, namun seakan jauh terjangkau
Ingin tersenyum,
tiba-tiba kembali tertunduk lagi
Dosa itu tetap mengikuti
jejaknya ku rangkai dalam momen ini
Perenungan yang dalam
sembari menanti kenikmatan merayakan keberhasilan ibadah shaum seharian

Tak ingin lagi mengulang
dan ku coba mendekat...lebih dekat...hingga benar-benar dekat padaNya.