Senin, 24 Agustus 2009

...PERCAYA...YAKIN...PASTI BISA!

"Masa depan adalah milik mereka yang percaya akan indahnya mimpi mereka."
(E. Roosevelt)
"Imajinasimu adalah gambaran kehidupan yang akan datang."
(Einstein)

Kata-kata mutiara di atas itu sudah sejak lama kutuliskan pada post-it dan kutempelkan di lemari bajuku. Mungkin, kalau tak salah, aku ingin menjadikannya penyemangat yang bisa ku baca minimal setiap hendak ganti pakaian (2x sehari/cukup 1x selesai mandi pagi saja/berkali-kali/lebih dari 3x sehari karena bermacam-macam alasan). Anehnya baru tadi, aku membaca berkali-kali dan begitu lama di depan lemari. Padahal kata-kata itu telah bertahun-tahun yang lalu kutemukan.

Pada waktu yang pas, kata-kata itu juga bisa menancap pas, suasananya pun pas. Mimpi, imajinasi, keinginan, cita-cita, obsesi, atau apapun namanya, patut diperjuangkan...Siiiipppp!!!
Tak menyangka bahwa kata-kata singkat tersebut bisa menjadi suplemen penambah semangat. Percaya dan berani bermimpi, yakin pasti bisa, berusaha, dan akhirnya tinggal menunggu persetujuan dari sang Maha.

Aku biiisaaa





=Ngabuburit=

Menunggu waktu buka puasa

Duduk diam merenungi diri dan segala yang telah terjadi
Malu terhadap setiap kesalahan, kecerobohan yang sering dilakukan
seperti sengaja mengulang lagi dan lagi suatu kebodohan
Hari ini begitu nampak berbeda,
ada suatu hasrat yang dirasa, namun seakan jauh terjangkau
Ingin tersenyum,
tiba-tiba kembali tertunduk lagi
Dosa itu tetap mengikuti
jejaknya ku rangkai dalam momen ini
Perenungan yang dalam
sembari menanti kenikmatan merayakan keberhasilan ibadah shaum seharian

Tak ingin lagi mengulang
dan ku coba mendekat...lebih dekat...hingga benar-benar dekat padaNya.

Bernyanyi ["ada anak bertanya pada bapaknya..."]

Baru inget kira-kira seminggu sebelum puasa, berkaraoke SERU...SERU...
Karaokean di Inul vizta sama anggota grup 'Kadir',sekalian melatih vokal sebelum ngadain konser akbar, weh..weh..weh. Nostalgia lagu Bimbo -judulnya lupa- yang lirik depannya, "ada anak bertanya pada bapaknya...buat apa berlapar-lapar puasa...". Jaman dahulu kala tuh lagu, favorite eike banget. Enak, mantabh lagunya, apalagi nongol di tv pas menjelang buka puasa. AAAHHH, ngeresep, nendang, asoy pisan lagunya.
Dan eng,ing,eng, tuh nilai dilayar ampe 95,wuaaah, sepertinya memang kita bertiga cocok untuk menyanyikan lagu-lagu qasidahan.
Wadduuuh bangganya!hahaha
Waktu itu niatnya untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ajiiip.

Marhaban ya ramadhan

Tidak ada persiapan yang khusus kulakukan sebelumnya untuk menghadapi bulan suci ini. Tiba-tiba menjelang hari pertama--sehari sebelumnya--aku menjadi begitu bersemangat. Entah apa sebabnya, apa mungkin karena takut ini merupakan Ramadhan terakhir yang bisa kunikmati (semoga tidak!), atau karena berkumpul bersama keluarga membuat suasana hatipun ikut happy, ah, pokoknya menyenangkan suasananya...
Aku masih kedatangan tamu khas 'problem wanita' alias kedatangan bulan, sudah 5 hari memang, tapi seperti membandel, tubuhku tetap mengeluarkan noda alamiah walaupun jumlahnya "seiprit-seiprit", mengesalkan. Aku ingin ikut shaum hari pertama, ga asik ah!
Mandi besar--keramas--sampai 3 x, tetep aja masih ada tuh tamu. Yasudahlah, hanya bisa pasrah. Aaaahhhhhh, usir, usir, usir, mau ikut puasa.
Pas sahur pertama bangun, edodo'e, udah ga ada lagi tuh si tamu, keramas lagi lah daku. Untung-untung berhadiah, semoga setelah niat puasa, makan sahur, ga akan dateng lagi tuh.

Doaku terkabul, yes, yes, yes, semamngaattt menyambut buka puasa dengan menu yang sungguh nikmat,,heu.