Jumat, 03 Juli 2009

"Jumat malam bersama kepiting asam manis, cumi saos tiram, dan kekasih kelaparan"

Awalnya kebingungan mau ngapain, hal yang paling mudah untuk diingat plus perut hobi keroncongan, apalagi kalau bukan cari makan...
Masih bingung juga mau makan apa, terbesit keinginan sedari berhari-hari yang lalu 'seafood' menari-nari di kepala, turun ke hati, ujungnya ke perut. Aaaaahhhhh, akhirnyaaaa, kesampaian. Dan nasib baik menghampiri pula saat itu juga. Belum jauh keliling, akhirnya nemuin juga warung 'seafood' yang lagi penuuuuh pengunjung. Cobain deh, cobain yuk, kayaknya enak, langsung tancap. Ambil menu, 'scanning menu', ketemu cumi. Pesan langsung cumi saos tiram dan cumi asam manis. Setelah beberapa detik kemudian, ganti haluan gara-gara liat orang makan kepiting. Ganti dong mas, belum dibikinkan? Coret cumi asam manis, ganti kepiting asam manis. Cihuuuuy,,
Waktu menunggu cumi n kepiting datang, tak terasa, begitu datang tuh si cumi dan kepiting,,langsung mengundang selera. Yummmiiiieee. Ga nyesel. Liat kekasih super lahap pun, bikin happy. Makan, ayo makan, makan enak,,Asiiiik...


Kamis, 02 Juli 2009

d'Baby Bala-Bala,,


^Thank God I found this picture^

Mengapa Tuhan menciptakanmu dengan sangat indah? Serius, ya ampuuuuuun. LOOK his/her Face!
Kau anak siapa?haha, melihat wajahmu tak akan pernah bosan. Bentuk bagian-bagian muka cutenya aja bikin gemez benge!
Adudu...kalaupun si 'baby bala-bala' ini ada di hadapanku , I Really have no idea what I'm going to do, peluk, cium, cubitin tuh pipi antiknya, heuheu.
Wajah yang begini nih yang benar-benar akan mengalihkan duniaku.
Euhh, kesel, greget, greget...
+Love U Baby bala-bala, anywhere u are+

*One who I wanna see and be*

Manusia seperti apa yang selalu mampu tersenyum saat luka tertoreh di hatinya?
Manusia seperti apa yang bisa tetap berdiri saat tubuhnya kaku, kelu? Berlari dan bermain riang saat rumah di hatinya hancur digempur gempa?
Manusia yang bagaimana, yang mampu meredam marah dan tangis dengan anggun saat perasaannya menciut karena takut?
Manusia mana yang berani menatap dan bertindak dahsyat bila tulangnya telah patah dan tak berdaya? Saat tubuhnya luka-luka...

Aku tahu mereka ada, ia ada, manusia seperti itu pasti ada.
Sekarang, aku hanya ingin berkenalan, bersalaman, tersenyum, dan kemudian memeluknya dengan hangat dan kuat-kuat hingga aku nyaman tertidur di tubuhnya, dalam dekapannya. Aku yakin cobaan, rintangan, bahkan bencana apapun yang akan menghampiriku, ku tak akan gentar karena ku punya pedoman nyata yang sedang berada di dekatku, menjagaku, dan berbagi petuah indah akan bukti ketabahannya.

Ya, setidaknya aku bisa berharap segala kekuatan yang ada padanya bisa menjadi penyakit menular, yang akan menular padaku saat itu juga.
Semoga.